Selasa, 01 Desember 2015

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS

Produktivitas menyangkut hubungan antara keluaran (output) dengan masukan (input yang digunakan untuk menghasilkan output tersebut). Produktivitas adalah rasio dari beberapa output dengan beberapa input (Bain Dafid, 1992). Produktivitas bukanlan merupakan ukuran dari produksi atau output yang dihasilkan, melainkan ukuran tentang tingkat penggunaan sumber-sumber untuk mencapai suatu misi atau prestasi. 

Menurut Bain, Dafid (1992) produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh:

  1. Pendidikan/latihan, 
  2. Perbaikan cara kerja, 
  3. Upah /gaji sesuai bobot dan prestasi kerja,
  4. Perbaikan lingkungan dan kondisi kerja , 
  5. Motivasi. 


Namun Muchdarsyah Sinungan (2003) faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan produktivas tenaga kerja adalah: 

  1. Kuantitas, 
  2. Tingkat keahlian, 
  3. Latar belakang budaya dan pendidikan, 
  4. Kemampuan dan sikap, 
  5. Minat,
  6. Struktur pekerjaan yang dikaitkan dengan keahlian, umur, jenis kelamin dan angkatan kerja.

Sedangkan John Suprihanto (2002) mengatakan bahwa peningkatan produktivitas dipengaruhi oleh: 

  1. Pendidikan dan latihan ketrampilan, 
  2. Gizi atau nutrisi dan kesehatan, 
  3. Bakat dan bawaan, 
  4. Motivasi dan kemampuan, 
  5. Kesempatan kerja, 
  6. Kesempatan manajemen, 
  7. Kebijaksanaan pemerintah

Pada dasarnya ada faktor-faktor yang mempengaruhi naik turunnya produktivitas kerja seorang karyawan. Menurut Panji dan Anoraga (Nimas, 2007) faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja, antara lain : 
  1. Pendidikan. Pada umumnya seseorang yang mempunyai pendidikan yang lebih tinggi akan mempunyai produktivitas kerja yang lebih baik. Dengan demikian pendidikan merupakan syarat yang penting dalam meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Tanpa bekal pendidikan mustahil orang akan mudah dalam mempelajari hal-hal yang bersifat baru.
  2. Motivasi. Pimpinan perusahaan perlu mengetahui dan memahami motivasi kerja dari setiap karyawannya. Dengan mengetahui motivasi itu, maka pimpinan dapat membimbing dan mendorong karyawan untuk bekerja lebih baik.
  3. Disiplin kerja. Disiplin kerja mempunyai hubungan yang erat dengan motivasi. Kedisiplinan dapat dibina melalui latihan-latihan antara lain dengan bekerja menghargai waktu dan biaya yang akan memberikan pengaruh positif terhadap produktivitas karyawan.
  4. Keterampilan. Keterampilan banyak pengaruhnya terhadap produktivitas kerja karyawan. Keterampilan kerja karyawan dalam perusahaan dapat ditingkatkan melalui kursus-kursus atau latihan kerja.
  5. Sikap dan etika kerja. Sikap seseorang atau kelompok orang dalam membina hubungan yang serasi, selaras dan seimbang di dalam kelompok itu sendiri maupun dengan kelompok lain dan etika dalam hubungan kerja sangat penting artinya, dengan tercapainya hubungan dalam proses produksi akan meningkatkan produktivitas.
  6. Gizi dan kesehatan. Gizi yang baik akan mempengaruhi kesehatan karyawan dan semua itu akan berpengaruh terhadap produktivitas karyawan.
  7. Tingkat penghasilan. Semakin tinggi prestasi kerja karyawan akan semakin besar upah yang diterima. Dengan penghasilan yang cukup akan memberikan kepuasan terhadap karyawan yang menjadi karyawan tersebut mempunyai semangat kerja.
  8. Lingkungan kerja dan iklim kerja. Lingkungan kerja dari karyawan disini termasuk hubungan antar karyawan, hubungan dengan pimpinan, lingkungan kerja, penerangan dan lain-lain. Hal ini sangat penting untuk mendapatkan perhatian perusahaan karena karyawan enggan bekerja karena tidak ada kekompakan kerja atau ruang kerja yang tidak menyenangkan. Hal ini dapat mengganggu kerja karyawan.
  9. Teknologi. Adanya kemajuan tekhnologi meliputi peralatan yang semakin otomatis dan canggih yang dapat mendukung tingkat produksi.
  10. Sarana produksi. Faktor-faktor produksi harus memadai dan saling mendukung dalam proses produksi.
  11. Jaminan sosial. Perhatian dan pelayanan perusahaan kepada setiap karyawan menunjang kesehatan dan pelayanan keselamatan.
  12. Manajemen. Adanya manajemen yang baik, maka karyawan akan terorganisasi dengan baik pula. Dengan demikian produktivitas kerja akan maksimum.
  13. Kesempatan berprestasi. Setiap orang dapat mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya, dengan diberikan kesempatan berprestasi maka karyawan akan meningkatkan produktivitasnya

PENGUKURAN PRODUKTIVITAS

Pengukuran produktivitas tenaga kerja menurut sistem pemasukan fisik perorangan/perorang atau per jam kerja orang diterima secara luas, namun dari sudut pandangan/ pengawasan harian, pengukuran-pengukuran tersebut pada umumnya tidak memuaskan, dikarenakan adanya variasi dalam jumlah yang diperlukan untuk memproduksi satu unit produk yang berbeda. Oleh karena itu, digunakan metode pengukuran waktu tenaga kerja (jam, hari atau tahun).  Pengeluaran diubah ke dalam unit-unit pekerja yang biasanya diartikan sebagai jumlah kerja yang dapat dilakukan dalam satu jam oleh pekerja yang terpercaya yang bekerja menurut pelaksanaan standar.

Untuk mengukur suatu produktivitas perusahaan dapatlah digunakan dua jenis ukuran jam kerja manusia, yakni jam-jam kerja yang harus dibayar dan jam-jam kerja yang dipergunakan untuk bekerja. Jam kerja yang harus dibayar meliputi semua jam-jam kerja yang harus dibayar, ditambah jam-jam yang tidak digunakan untuk bekerja namun harus dibayar, liburan, cuti, libur karena sakit, tugas luar dan sisa lainnya. Jadi bagi keperluan pengukuran umum produktivitas tenaga kerja kita memiliki unit-unit yang diperlukan, yakni: kuantitas hasil dan kuantitas penggunaan masukan tenaga kerja (Sinungan, 2003:24).


PENGERTIAN

Pada dasarnya definisi produktivitas kerja telah banyak dikemukakan para ahli atau pakar. Dan masing-masing pakar atau ahli memberikan definisi produktivitas kerja yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Adapun definisi produktivitas kerja menurut pendapat para ahli atau pakar, antara lain : 

Produktivitas menurut Anoraga dan Suyati (1995: 67) berkenaan dengan konsep ekonomis, filosofis dan sistem. Sebagai konsep ekonomis, produktivitas berkenaan dengan usaha manusia untuk menghasilkan barang dan jasa yang berguna untuk pemenuhan kebutuhan hidup manusia dan masyarakat pada umumnya. Sebagai konsep filosofi, produktivitas mengandung pandangan hidup dan sikap mental yang selalu berusaha untuk meningkatkan mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Sedangkan konsep sistem, memberikan pemikiran bahwa pencapaian suatu tujuan harus ada keterpaduan dari unsur-unsur yang relevan sebagai sistem

Menurut Sinungan (2003:12) “Produktivitas adalah kemampuan seperangkat sumber-sumber ekonomi untuk menghasilkan sesuatu sebagai perbandingan antara pengorbanan (input) dengan menghasilkan (output)”. Sedangkan menurut Cascio yang dikutip oleh Almigo (2004:53) mengatakan “produktivitas kerja adalah sebagai pengukuran output berupa barang atau jasa dalam hubungannya dengan input yang berupa karyawan, modal, materi atau bahan baku dan peralatan”.

Produktivitas adalah ukuran efisiensi produktif. Suatu pembanding antara hasil keluaran dan masukan (Sutrisno, 2009). Sedangkan menurut pendapat Ardana (2012) menyebutkan bahwa produktivitas dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti: pendidikan, keterampilan, disiplin, sikap mental dan etika kerja, motivasi, gizi dan kesehatan, tingkat penghasilan, jaminan sosial, lingkungan dan iklim kerja, hubungan industrial pancasila (hubungan kerja yang sangat manusiawi), teknologi, sarana produksi, manajemen, dan kesempatan berprestasi.

Ahmad Tohardi (2000:448) berpendapat “secara sederhana produktivitas dapat diartikan sebagai perbandingan antara output (keluaran) dengan input (masukan)”. 

Berdasarkan beberapa definisi para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa produktivitas kerja adalah kemampuan menghasilkan sesuatu sebagai perbandingan output dibagi input.





DAFTAR PUSTAKA