Produktivitas menyangkut hubungan antara keluaran (output) dengan masukan (input yang digunakan untuk menghasilkan output tersebut). Produktivitas adalah rasio dari beberapa output dengan beberapa input (Bain Dafid, 1992). Produktivitas bukanlan merupakan ukuran dari produksi atau output yang dihasilkan, melainkan ukuran tentang tingkat penggunaan sumber-sumber untuk mencapai suatu misi atau prestasi.
Menurut Bain, Dafid (1992) produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh:
Namun Muchdarsyah Sinungan (2003) faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan produktivas tenaga kerja adalah:
Sedangkan John Suprihanto (2002) mengatakan bahwa peningkatan produktivitas dipengaruhi oleh:
Pada dasarnya ada faktor-faktor yang mempengaruhi naik turunnya produktivitas kerja seorang karyawan. Menurut Panji dan Anoraga (Nimas, 2007) faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja, antara lain :
Menurut Bain, Dafid (1992) produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh:
- Pendidikan/latihan,
- Perbaikan cara kerja,
- Upah /gaji sesuai bobot dan prestasi kerja,
- Perbaikan lingkungan dan kondisi kerja ,
- Motivasi.
Namun Muchdarsyah Sinungan (2003) faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan produktivas tenaga kerja adalah:
- Kuantitas,
- Tingkat keahlian,
- Latar belakang budaya dan pendidikan,
- Kemampuan dan sikap,
- Minat,
- Struktur pekerjaan yang dikaitkan dengan keahlian, umur, jenis kelamin dan angkatan kerja.
Sedangkan John Suprihanto (2002) mengatakan bahwa peningkatan produktivitas dipengaruhi oleh:
- Pendidikan dan latihan ketrampilan,
- Gizi atau nutrisi dan kesehatan,
- Bakat dan bawaan,
- Motivasi dan kemampuan,
- Kesempatan kerja,
- Kesempatan manajemen,
- Kebijaksanaan pemerintah
Pada dasarnya ada faktor-faktor yang mempengaruhi naik turunnya produktivitas kerja seorang karyawan. Menurut Panji dan Anoraga (Nimas, 2007) faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja, antara lain :
- Pendidikan. Pada umumnya seseorang yang mempunyai pendidikan yang lebih tinggi akan mempunyai produktivitas kerja yang lebih baik. Dengan demikian pendidikan merupakan syarat yang penting dalam meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Tanpa bekal pendidikan mustahil orang akan mudah dalam mempelajari hal-hal yang bersifat baru.
- Motivasi. Pimpinan perusahaan perlu mengetahui dan memahami motivasi kerja dari setiap karyawannya. Dengan mengetahui motivasi itu, maka pimpinan dapat membimbing dan mendorong karyawan untuk bekerja lebih baik.
- Disiplin kerja. Disiplin kerja mempunyai hubungan yang erat dengan motivasi. Kedisiplinan dapat dibina melalui latihan-latihan antara lain dengan bekerja menghargai waktu dan biaya yang akan memberikan pengaruh positif terhadap produktivitas karyawan.
- Keterampilan. Keterampilan banyak pengaruhnya terhadap produktivitas kerja karyawan. Keterampilan kerja karyawan dalam perusahaan dapat ditingkatkan melalui kursus-kursus atau latihan kerja.
- Sikap dan etika kerja. Sikap seseorang atau kelompok orang dalam membina hubungan yang serasi, selaras dan seimbang di dalam kelompok itu sendiri maupun dengan kelompok lain dan etika dalam hubungan kerja sangat penting artinya, dengan tercapainya hubungan dalam proses produksi akan meningkatkan produktivitas.
- Gizi dan kesehatan. Gizi yang baik akan mempengaruhi kesehatan karyawan dan semua itu akan berpengaruh terhadap produktivitas karyawan.
- Tingkat penghasilan. Semakin tinggi prestasi kerja karyawan akan semakin besar upah yang diterima. Dengan penghasilan yang cukup akan memberikan kepuasan terhadap karyawan yang menjadi karyawan tersebut mempunyai semangat kerja.
- Lingkungan kerja dan iklim kerja. Lingkungan kerja dari karyawan disini termasuk hubungan antar karyawan, hubungan dengan pimpinan, lingkungan kerja, penerangan dan lain-lain. Hal ini sangat penting untuk mendapatkan perhatian perusahaan karena karyawan enggan bekerja karena tidak ada kekompakan kerja atau ruang kerja yang tidak menyenangkan. Hal ini dapat mengganggu kerja karyawan.
- Teknologi. Adanya kemajuan tekhnologi meliputi peralatan yang semakin otomatis dan canggih yang dapat mendukung tingkat produksi.
- Sarana produksi. Faktor-faktor produksi harus memadai dan saling mendukung dalam proses produksi.
- Jaminan sosial. Perhatian dan pelayanan perusahaan kepada setiap karyawan menunjang kesehatan dan pelayanan keselamatan.
- Manajemen. Adanya manajemen yang baik, maka karyawan akan terorganisasi dengan baik pula. Dengan demikian produktivitas kerja akan maksimum.
- Kesempatan berprestasi. Setiap orang dapat mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya, dengan diberikan kesempatan berprestasi maka karyawan akan meningkatkan produktivitasnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar